CARI MUKA
29 Januari 2009 | Label: penikmat | |Sebagai penikmat hal-hal lucu, selama ini saya hanya melihat komedi itu hanya kelucuan-kelucuan yang membuat saya terpingkal, keluar airmata karena tergelak berlebihan, atau kram perut akibat kelucuan yang saya tonton di tivi. Tapi lama-lama semua itu berubah menjadi sebuah keingin tahuan tentang komedian, sampai akhirnya saya menganggap diri saya itu juga lucu, dan sering jadi bahan tertawaan, baik ditertawai karena lelucon saya, karena wajah yang memang mengundang tawa, body yang juga sering aku tertawakan sendiri, lucukan kalau saya tidak pernah tahu berapa berat badan saya, karena malu kalau tahu berapa berat badab sendiri..he…he…maka sampai pada kesimpulan bahwa saya itu sering ditertawai bukan karena ada yang lucu tapi memang, tapi cenderung diledek, ..ha..ha…Kata teman saya salah sendiri kenapa waktu ada acara bagi-bagi muka saya tidak hadir, makanya yang dapat Cuma sisanya aja, tapi saya tetap bersyukur karena saya masih punya muka, coba kalau tidak maka kerjaan saya Cuma CARI MUKA teruskan!....
Seperti saya ungkap di awal, bahwa saya itu penikmat komedi dan punya angan-anganmulya ingin jadi pelawak, (huek!).Sebenarnya saya hanya ingin mengatakan kalau pelawak itu sebuah cita-cita yang (mungkin) jarang ada orang tua yang menganjurkan anaknya untuk jadi pelawak, biasanya kan Jadi penerbang, jadi pengacara, jadi tukang ‘insiyur’ jandi tentara, jadi polis, bahkan kalau ditempat saya kalau ada yang pengen jadi pelawak pasti udah di tertawai duluan, ….padahal menjadi pelawak itu sangat tidak gampang, susah dan sangat terjal (tebing kali) saya berkali-kali mencoba melakukan lawakan, di acara on air radio, tapi selalu saja lucunya nggak mutu, bikin cerita lucu, selalu saja gagal diperjalanan, alias nggak pede ngirim ke penerbit, bikin joke-joke he…lucunya nggak keliatan, bikin kartun juga begitu,….(terus kapan saya bisa melucu!) lho kok malah marah…..
Seperti saya ungkap di awal, bahwa saya itu penikmat komedi dan punya angan-anganmulya ingin jadi pelawak, (huek!).Sebenarnya saya hanya ingin mengatakan kalau pelawak itu sebuah cita-cita yang (mungkin) jarang ada orang tua yang menganjurkan anaknya untuk jadi pelawak, biasanya kan Jadi penerbang, jadi pengacara, jadi tukang ‘insiyur’ jandi tentara, jadi polis, bahkan kalau ditempat saya kalau ada yang pengen jadi pelawak pasti udah di tertawai duluan, ….padahal menjadi pelawak itu sangat tidak gampang, susah dan sangat terjal (tebing kali) saya berkali-kali mencoba melakukan lawakan, di acara on air radio, tapi selalu saja lucunya nggak mutu, bikin cerita lucu, selalu saja gagal diperjalanan, alias nggak pede ngirim ke penerbit, bikin joke-joke he…lucunya nggak keliatan, bikin kartun juga begitu,….(terus kapan saya bisa melucu!) lho kok malah marah…..
